Jumat, 10 September 2010  



 
 
Ketika Internet Mulai Menjadi Kebutuhan
Kamis, 13 November 2008 - jp
Alkisah beberapa bulan yang lewat, di sebuah siang yang terik. Internet tiba-tiba macet. Sedang asyik-asyiknya browsing tiba-tiba ada pesan di layar monitor "Server not found". Saya coba melakukan pengecekan, pertama melakukan 'ping' ke komputer sebelah, hasilnya bagus. Kemudian dicoba ping ke modem, juga bagus ternyata. Lalu terakhir dicoba ke DNS milik telekom. Wow ternyata pesannya RTO.

Tiba-tiba hp-ku bergetar, tanda ada pesan masuk. Dari Mas Dandi ternyata, "Woi, ngapo internet mati. Sedang download data ni...". Belum sempat membalas, tiba-tiba datang lagi sms, kali ini dari Kang Asep, Fakultas Ilmu Kesehatan. "Kumaha iye, Kang. Saya lagi browsing eui, kok internet mati?".

Waduh gawat kalau begini. Rupanya 'kematian internet' telah membuat kegemparan cukup serius di gedung atas (Rektorat dan Fikes). "Itu bagus, berarti internet di kampus ini memang digunakan" sela pak Guntur.
****

Begitulah kisah yang sedikit menggambarkan keberadaan internet yang semakin dibutuhkan oleh sivitas akademika UMB belakangan ini. Kalau kisahnya di ambil beberapa tahun yang lalu, mungkin respon terhadap gangguan internet tidak akan seperti ini. Walaupun hasil survei tidak ada, namun ini cukup menggambarkan bahwa internet sudah mulai menjadi kebutuhan bagi kalangan perguruan tinggi. Dan hal ini patut disambut dengan positif.

Sebab, pada akhirnya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, suatu saat nanti internet akan menjadi hal yang terintegrasi dengan sistem pendidikan di kampus ini. Bagaimana tidak, bagi siapapun yang sudah cukup menikmati internet akan berani mengatakan bahwa di internet kita dapat menemukan segala hal, segala ilmu, segala informasi yang dapat membantu belajar dapat ditemukan di internet.

Budaya membutuhkan internet sudah mulai terasa saat ini di Kampus UMB. Setidaknya, cerita di atas adalah buktinya.

Internet memang adalah sarana yang dapat menjembatani kesenjangan kurangnya bahan bacaan selama ini. Dengan internet, semua penggunanya dapat menemukan informasi yang selama ini sulit didapatkan. Di internet, kita dapat melakukan model pembelajaran yang baru, yang lebih optimal.

Universitas Muhammadiyah Bengkulu telah menjadi pionir dalam menggunakan internet dalam pembelajaran. Untuk mendukung hal itu, e-Learning UMB telah dibuat sehingga dapat menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk memulai belajar melalui internet. Dukungan universitas untuk membudayakan internet di kalangan sivitas akademika UMB dalam bentuk lain adalah penyediaan akses internet yang cukup.

Internet selain dapat dijadikan sebagai ajang pencarian informasi juga dapat menjadi saran penelitian dan kreativitas bagi semua pemakainya. Dalam hal ini, di UMB sendiri telah terbentuk group-group studi yang melakukan pengkajian tentang komputer secara umum dan internet secara khusus. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik yang membentuk Studi Group Jaringan Komputer, Studi Group Internet dan Studi Group Pemrograman.

Pertanyaanya kemudian, apakah fenomena ini akan berkesinambungan atau hanya akan berhenti di batas ini saja. Tentunya dukungan dari semua pihak agar budaya positif--penggunaan internet untuk pembelajaran--ini tetap hidup di lingkungan Kampus UMB.[jp]

 

Copyright © 2007. Universitas Muhammadiyah Bengkulu. All rights reserved.